Memantapkan Hati untuk Berjilbab

Setiap wanita muslim diwajibkan untuk menutup aurat. Namun karena berbagai hal, ada saja alasan sehingga wanita muslim belum berjilbab. Aku contohnya. Sempat ketika aku mau meneruskan sekolah ke SMA ada niat untuk mulai berjilbab, tapi ketika ada pertanyaan “sanggupkah kamu?” aku mengurungkan niatku. karena aku merasa belum pantas. masih banyak hal yang perlu aku luruskan dan perbaiki. 3 tahun di SMA dan aku belum berjilbab, padahal teman2ku jilbaber dan anak2 rohis.

mendekati kelulusan aku menyatakan niatku kepada ibuku kalau kerja nanti aku ingin berjilbab (aku tidak mampu melanjutkan study sampai ke perguruan tinggi, jadi lulus SMA langsung cari kerja). dan secara kebetulan ada info kalau di Departemen Agama ada peluang untuk menjadi pegawai sukuan. aku senang karena niatku berjilbab ketika bekerja akan terwujud. aku pun memasukkan surat lamaran. sambil menunggu panggilan kerja, aku menjalani kursus komputer (ketika SMA aku belum bisa mengoperasikan komputer). tapi sampai kursusku selesai belum juga ada panggilan kerja dari Depag. sampai akhirnya da yang menawari aku kerja.Toko milik tetanggaku sudah lama tutup karena belum ada yang menggantikan karyawan yang dulu keluar. aku pun bekerja disana tanpa menggunakan jilbab. karena aku masih menganggap bukan kerja hanya seperti “main tapi digaji” karena masih dilingkungan rumah.

di toko inilah aku berkenalan dengan seseorang. dia suka cewek berjilbab. kebetulan dia juga melihat fotoku menggunakan jilbab. dan dia menyarankan untuk aku berjilbab. karena aku belum bisa berjilbab disaat kerja aku hanya berjilbab ketika keluar rumah. awalnya hanya untuk membeli sesuatu saja aku berjilbab, tapi seiring makin banyak aktivitas keluar ketika kerja (dulu aku hanya standby di toko) membuatku canggung untuk selalu berjilbab ketika keluar rumah. hingga akhirnya bisa dipastikan aku hanya berjilbab ketika main ke rumah temanku ketika hari minggu. sungguh aku orang yang merugi.

dan sekarang aku ingin sekali berjilbab. mungkin belum jilbab yang sempurna. tapi setidaknya telah menutup auratku. keinginan ini semakin mantap. walau aku masih belum cukup “lurus” danĀ  masih terhalang izin dari bosku (dulu sempat aku memakai jilbab ketika main tapi disuruh melepaskan ketika diajak keluar). dan sekarang aku sudah mempersiapkan manset dan kerudung. tinggal menunggu waktu untuk aku menyampaikan niat dan meminta izin kepada bosku. Semoga keinginanku ini terwujud. Doakan aku sahabat semoga aku secepatnya dapat menutup auratku.

About these ads

One thought on “Memantapkan Hati untuk Berjilbab

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s